Hanya ada biru pada malam itu , pikiran gue tercampur bahagia dan kesal pada diri gue sendiri , gue bahagia bisa mendapatkan moment yang jarang sekali gue dapatkan , tetapi gue kesal , gue ga tau apa maksud moment itu , yang gue tau hanya sebuah kenyamanan untuk dirinya .
Just Friends , itu yang ada di pikiran gue sepanjang perjalanan , gue yang berniat ingin memberikan kenyamanan pada amalam itu , tetapi tenggelam dengan perasaan yang tiba-tiba muncul , dia bilang 'kita bakal cuman temenan , karena kalo kita pacaran sekalinya ada masalah , gue gak mau kita jadi saling diem-dieman' gue cuman bisa mengikhlaskan .