" Di jagat raya ini, semua makhluk (baik yang hidup atau mati) akan tertarik kepada lawan jenisnya. Hewan jantan akan tertarik kepada betina dan sebaliknya. Laki-laki akan tertarik pada wanita dan sebaliknya (kecuali maho dan lesbi). Begitu juga dengan benda, Jika terdapat dua benda yang mempunyai muatan listrik statis berbeda terletak berdekatan, kedua benda tersebut akan tarik menarik. Sebaliknya, jika keduanya mempunyai muatan yang sama, keduanya akan saling menolak.
Jika Cinta diibaratkan sebagai gaya tarik antar muatan ( F ), dan laki-laki diibaratkan sebagai muatan positif dan perempuan adalah muatan negatif, maka berdasarkan hukum coulomb, besarnya gaya tarik (cinta) dapat dirumuskan:
Keterangan:
Gaya tarik (F) dapat kita analogikan sebagai Besarnya Cinta
Muatan (q) dapat kita analogikan sebagai daya tarik seksual (sex appealling). contohnya : kecantikan, ketampanan, kekayaan, kecerdasan, kedewasaan, kebaikan dll.
Konstanta (K) dapat kita analogikan sebagai Lingkungan/media yang menghubungkan
Jarak (r) adalah jarak antara laki-laki dan perempuan
Maka berdasarkan rumus tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1. Semakin besar daya tarik seksual (muatan) yang dimiliki laki-laki dan perempuan, maka semakin besar pula kekuatan cinta yang dimiliki kedua insan tersebut, dan sebaliknya. contohnya: seorang perempuan akan memiliki cinta yang lebih besar kepada laki-laki yang tampan, kaya, bersih, baik, dst daripada kepada laki-laki yang jelek, miskin, jahat, kotor, tidak baik, dst. Tetapi ketertarikan terhadap sex appeall ini sangat subjektif. Maksudnya, bisa saja perempuan lebih tertarik pada laki-laki yang baik tapi jelek daripada laki-laki tampan, kaya, tapi tidak baik. Karena yang dia dambakan adalah lelaki yang baik. Artinya kecocokanlah yang berperan penting dalam ketertarikan.
2. Semakin mendukung suatu keadaan (K) terhadap ikatan cinta, maka semakin besar cinta yang dimiliki, dan sebaliknya. contohnya: Ketika seorang laki-laki berada dalam lingkungan yang banyak godaan wanita, maka besarnya cinta kepada pasangannya akan mengecil. atau pasangan yang intens berinteraksi akan memiliki cinta yang lebih besar daripada pasangan yang jarang berinteraksi/berhubungan.
3. Semakin dekat jarak antara laki-laki dan perempuan, maka semakin besar pula cinta yang dimiliki, dan sebaliknya. contohnya: Hubungan LDR (Long Distance Relationship) rawan untuk putus, karena ada jarak yang cukup jauh yang memisahkan mereka. Tetapi di jaman modern seperti ini, Mengecilnya besaran cinta dapat diatasi dengan memperbesar nilai Konstanta (K), dengan cara memperbanyak interaksi antar keduanya. misalnya dengan saling smsan, chating, telepon, video call dsb. " ( Sumber )
Dari teori-teori yang bikin gue mabok , gue mempunyai kesimpulan bahwa " Cintanya orang dewasa itu harus memiliki banyak perhitungan " , jujur dulu waktu gue masih tolol tentang cinta , hampir semua cewe yang memenuhi kriteria gue , gue pengen deketin , gue ngga peduli mau dapet Chemisty atau malah di hina-hina sederajat dengan mobil truk ayam .
Tapi sekarang justru gue harus semakin memperhitungan cinta gue , logikanya cinta yang indah itu antara dua orang yang saling tertarik , jadi gue cuman punya satu cinta buat satu orang gue bikin gue tertarik , misalnya gue tertarik sama seorang wanita yang gue temuin di sebuah tempat yang random , ya gue harus bisa dengan tepat memperhitungkan , apa yang terjadi kalo cinta gue buat dia , tapi ini semua logika tolol tentang cinta yang gue ngarang sendiri , kenapa ngga langsung nyamperin dan bilang "hi" sambil mengajak bersalaman?

No comments:
Post a Comment