6.13.2016

Coffee(ad)Venture #4 (END)



       Besoknya gue mencari tentang kopi , bijinya , methodnya dan sebagainya , biasanya sih gue kalo ketempat-tempat atau sesuatu yang baru gue pasti akan langsung searching di google ya biar gue ga keliatan newbie banget lah , dan gue juga tipe orang yang ga mau banyak tanya.

       Sampai gue teringat salah satu tulisan besar di papan menu kedai itu , "Single Origin" ,  mungkin artinya berasa dari satu tempat . Gue baca baca tentang kopi sampe akhirnya sore itu gue putuskan untuk kekedai dan memesan 1 single origin .

        Gue tiba di kedai , gue melihat Arip atau barista dikedai (yang diatas bukan doi ya) itu sedang duduk di bangku luar , sambil memainkan HPnya dan ada segelas kopi di mejanya , gue langsung nyamperin Arip dan menyapanya , Arip langsung masuk kemeja tempat kopi seduh dan menanyakan 'mau minum apa' , gue duduk di tepat didepan grinder kopi , kepala gue tertuju pada kolom single origin , sambil sedikit mensipitkan mata gue , gue tertarik dengan Excelsa Java , 'Excelsa Java deh' , Arip sedikit tersenyum dan mengambil toples kaca dengan biji kopi didalamnya bertuliskan Excelsa Java , Arip bertaya lagi method apa yang mau di pakai sambil tersenyum lagi , gue sedikit serem , gue menjawab dengan ilmu yang udah gue ambil dari google "hmmm Vietnam deh" bales gue sambil mensipitkan mata gue lagi "oke tunggu ya" balas arip , Vietnam method emang method yang cukup bikin diri kita untuk bersabar , kopi yang sudah di grind dimasukan kedalam Vietnam drip , dan kopinya yang keluar cuman tetes-tetesan kecil .

       Kopinya disajikan sekitar 150ml di gelas kaca , aroma khas bekas hujan , itu yang gue cium di kopi gue gue tunggu kopi itu sedikit dingin karena kalo terlalu panas gue kurang suka , gue sruput kopi itu sedikit di dalam hati gue langsung bilang "Its Awful" mampus deh gue jadi korban kopi maut setelah mirna  .

         Lama kelamaan gue sadar kalo emang rasa kopi itu beda-beda , dan rasa pahit itu ngga ada , semua single origin udah gue coba di kedai itu , emang , setiap kopi punya warna hidupnya masing-masing , dan sampai sekarang ada dua single origin yang gue suka banget , Kintamani dari bali yang gue dapet adalah ada rasa Orange didalam kopi itu , dan Excelsa Java aroma bau abis ujan , rasa wine dikopinya dan kopinya yang ngebody .

           Pertualangan gue tentang kopi ngga berhenti di kedai itu , tapi mulai dari kedai itu , masih banyak banget kopi yang pengen gue cobain , gue sadar semua kopi itu ngga sama , setiap kopi punya karakternya masing-masing walaupun rasanya aneh buat para pemula tapi kopi itu pasti akan menemukan penikmatnya , gue juga sadar kopi itu perlu kepresisian dalam menyeduhnya agar rasa kopi yang dihasilkan bisa konsisten , main-main sedikit aja dalam menyedyuh kopi bisa bikin rasa kopi itu aneh . -Kopi yang nikmat itu ngga instan-

No comments:

Post a Comment